Konsep Dasar Manajement
Konsep Dasar Manajemen
Terdiri
atas :
1.
Manajemen
sebagai ilmu
Suatu ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
Suatu ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
2.
Manajemen sebagai seni
Manajemen adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal.
Manajemen adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal.
3.
Manajemen sebagai profesi
Manajemen sebagai profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan keterampilan sebagai pemimpin atau manajer pada suatu organisasi/suatu perusahaan tertentu.
Manajemen sebagai profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan keterampilan sebagai pemimpin atau manajer pada suatu organisasi/suatu perusahaan tertentu.
4.
Manajemen sebagai proses
Manajemen adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dimana dalam masing-masing bidang tersebut digunakan ilmu pengetahuan dan keahlian serta diikuti secara berurutan dan tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dimana dalam masing-masing bidang tersebut digunakan ilmu pengetahuan dan keahlian serta diikuti secara berurutan dan tujuan yang telah ditetapkan.
Teori manajemen mengalami perkembangan dari masa ke masa, mulai dari teori
manajemen ilmiah hingga teori manajemen modern. Teori manajemen ilmiah
menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas apapun, dan
untuk menyeleksi, melatih dan memotivasi pekerja. Tujuannya adalah kebutuhan
untuk meningkatkan produktivitas. Teori manajemen ilmiah ini berkembang pada
tahun 1870 hingga 1930.
Pada kisaran tahun 1900-1940, muncul teori organisasi klasik. Teori ini
memiliki empat prinsip dasar untuk mencapai sistem pembagian kerja dan wewenang
yang optimal. Yang pertama adalah adanya spesialisasi berdasar pada sasaran
tugas. Kemudian, pekerjaan yang memerlukan suatu proses tertentu dikumpulkan
menjadi satu. Selanjutnya, spesialisasi menurut klien. Yang terakhir adalah
pekerjaan yang dilakukan di daerah geografis yang sama dikumpulkan menjadi
satu.
Setelah teori organisasi klasik, muncul teori hubungan manusiawi pada tahun
1930. Teori yang muncul paling terakhir adalah teori manajemen modern pada
tahun 1940. Hingga saat ini, teori ini yang masih digunakan.
Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup
yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi adalah suatu
sistem terbuka yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan
lingkungannya. Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun
1950, Teori modern, dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan, menyediakan
pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
Teori organisasi modern labih dinamis daripada teori-teori lainnya dan
meliputi lebih banyak variabel yang dipertimbangkan. Teori modern bisa disebut
sebagai teori organisasi dan manajemen yang memadukan teori klasik dan
neoklasik dengan konsep-konsep yang lebih maju. Teori modern menyebutkan bahwa
kerja suatu organisasi adalah sangat kompeleks, dinamis, multilevel,
multidimensional, multivariabel, dan probabilistik.
Bagaimana Membuat Perencanaan Dalam Sebuah Perusahaan
1. What (apa),
Membicarakan masalah tentang apa yang menjadi tujuan sebuah perencanaan dan
hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan perencanaan tersebut.
2. Why (mengapa),
Membicarakan masalah mengapa tujuan tersebut harus dicapai dengan mengapa
beragam kegiatan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut
3. Where (dimana),
Membicarakan masalah dimana program dalam perencanaan tersebut dilaksanakan
4. When (kapan),
Membicarakan masalah kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan dan
diakhiri.
5. Who (siapa),
Membicarakan masalah siapa yang akan melaksanakan program tersebut.
6. HOW (bagaimana).
Membicarakan masalah bagaimana cara melaksanakan program yang direncanakan
tersebut.
- Pertama Perencanaan wajib dituangkan secara tertulis. Perencanaan yang tertulis akan membuat tubuh, hati dan pikiran mengerti apa yang ingin dilakukan. Bagaimana kita memulainya. Mengingatkan kita apa saja yang akan kita lakukan dan kita bisa menandai ketika perencanaan yang kita tuliskan sudah selesai dilakukan. Hal ini akan membuat kita semakin fokus dan yakin bahwa banyak hal bisa kita kerjakan dengan baik dan berhasil jika kita konsisten dan punya perencanaan yang jelas dan spesifik.
- Kedua tentukan goal atau tujuan yang ingin dicapai. Mengetahui apa yang ingin dicapai akan mempermudah kita untuk membuatkan urutan atau langkah-langkah kecil agar kita bisa memulai perencanaan dengan baik dan melakukan pekerjaan dengan lebih ringan, efektif dan bisa fokus pada tujuan yang ingin dicapai sehingga yang dilakukan mulai dari perencanaan hingga penyelesaian pekerjaan bisa berhasil dengan baik.
- Ketiga disusun sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. Bisa dibuat berdasarkan Job Description dan bisa di buat bertahap mulai dari Perencanaan Tahunan, Triwulan, Bulanan, Mingguan dan harian.
- Keempat selalu tentukan prioritas. Agar bisa membagi waktu dengan baik. Jadi ketika ada pekerjaan tambahan yang tiba-tiba muncul kita bisa melakukannya lebih efektif dan tidak mengganggu produktivitas kerja.
- Kelima lakukan Review pada list yang sudah kita buat dan pekerjaan yang telah selesai kita lakukan, analisa apa semua sudah dilakukan dengan benar atau belum, jika belum perbaiki, jika sudah tingkatkan.
- Keenam selalu berikan batas waktu (dateline), bisa ditentukan langsung kurun waktu mengerjakannya misalnya dalam hitungan jam atau hari. Agar bisa mengukur produktivitas kerja.
Pengorganisasian
Pengorganisasian (Organizing)
adalah suatu langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai
macam kegiatan yang di pandang. Seperti bentuk fisik yang tepat bagi suatu
ruangan kerja administrasi, ruangan laboratorium, serta penetapan tugas dan
wewenang seseorang pendelegasian wewenang dan seterusnya dalam rangka untuk
mencapai tujuan.
Pertama, sebuah perusahaan itu memerlukan yang namanya organisasi.
Karena sebuah pengorganisasian itu sangat penting dalam sebuah perusahaan.
Bukan tanpa alasan pengorganisasian diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan
dari perusahaan itu sendiri, maka dari itu diperlukan adanya pembagian
kerja yang terarah agar setiap individu dalam suatu organisasi dapat mengetahui
tugas dan kewajibannya dalam menjalankan suatu perusahaan. Pengorganisasian
dibagi menjadi beberapa sub divisi dan unit-unit yang lebih kecil untuk
selanjutnya dapat ditangani secara maksimal. Pembagian tugas dalam
pengorganisasianpun selayaknya memiliki kemampuan dalam sub divisi
masing-masing. Dengan adanya pengorganisasian yang tepat dan terarah maka
sebuah perusahaan akan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal
Kedua, memimpin perusahaan dengan menerbitkan
kebijakan-kebijakan perusahaan.
Ketiga, menjalin hubungan yang baik dengan partner kerja
maupun klien.
Keempat, membuat suatu inovasi yang berbeda dari perusahaan
lain.
Pengarahan
Pengertian
pengarahan sendiri yaitu kegiatan untuk menggerakkan atau mengarakan oarang
lain supaya bisa dan dapat bekerja dengan baik dalam upaya mencapai tujuan yang
di inginkan.
Seorang menejer
yang baik hendaknya sering memberi masukan-masukan kepada anggotanya karena hal
tersebut dapat menunjang prestasi kerja anggota. Seorang anggota juga layaknya
manusia biasa yang senang dengan adanya suatu perhatian dari yang lain, apabila
perhatian tersebut dapat membantu meningkatkan kinerja mereka.
Dari definisi diatas terdapat suatu cara yang tepat
untuk digunakan yaitu:
1) Melakukan orientasi tentang tugas yang akan
dilakukan
2) Memberikan petunjuk umum dan khusus
3) Mempengaruhi anggota, dan
4) memotivasi
Salah satu alasan pentingnya pelaksanaan fungsi
pengarahan dengan cara memotivasi bawahan adalah:
a. Motivasi secara impalist, yakni pimpinan organisasi berada di tengah-tengah
para bawahannya dengan demikian dapat memberikan bimbingan, instruksi, nasehat
dan koreksi jika diperlukan.
b. Adanya upaya untuk mensingkronasasikan tujuan organisasi dengan tujuan
pribadi dari para anggota organisasi.
c. Secara eksplisit terlihat bahwa para pelaksana operasional organisasi dalam
memberikan jasa-jasanya memerlukan beberapa perangsang atau insentif.
Motivasi
Motivasi
merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku
manusia., dan merupakan suatu proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar
melakukan sesuatu yang kita inginkan. Seorang karyawan mungkin menjalankan
pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan baik, mungkin pula tidak. Maka dari itu
hal tersebut merupakan salah satu tugas dari seorang pimpinan untuk bias
memberikan motivasi (dorongan0kepada bawahannya agar bias bekerja sesuai dengan
arahan yang diberikan.
tujuan pemberian
motivasi kepada pegawai adalah menigkatkan prestasi kerja. Pegawai sebagai
manusia, tentunya mempunyai keinginan atau dambaan untuk berprestasi, inilah
yang dapat mendorong pegawai yang bersangkutan melakukan pekerjaan. Dengan
prestasi kerja yang dicapai akan menimbulkan sikap positif, sikap yang selalu
ingin melakukan pekerjaan dengan penuh tantangan.
Tujuan pemberian
motivasi yang selanjutnya adalah meningkatkan rasa tanggungjawab, dalam kaitan
ini dapat dikemukakan bahwa seorang pegawai yang bekerja dalam organisasi pada
suatu waktu ingin dipercaya memegang tanggungjawab yang lebih besar.
Tujuan pemberian motivasi selanjutnya adalah
meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Dalam kaitan ini dapat dikemukakan
bahwa tidak ada pegawai yang senang bekerja di tempat yang membosankan,
meresahkan, serta yang membahayakan kondisi jiwa. Kondisi tempat kerja akan
menentukan gairah kerja para pegawai. Jika kondisinya menyenangkan, interaktif,
sejuk, tidak bising akan menimbulkan para pegawai semangat dalam bekerja tapi
sebaliknya jika bising, membosankan, pengap dapat menurunkan kinerja pegawai
yang nantinya mneurunkan produktivitas dan efiektivitas organisasi.
Tujuan pemberian motivasi selanjutnya adalah
menumbuhkan loyalitas karyawan pada perusahaan atau organisasi. Motivasi
merupakan modal utama timbulnya loyalitas pegawai terhadap organisasi. Jika
motivasi lemah, maka loyalitas juga akan merosot begitu sebaliknya jika
motivasi tinggi maka loyalitas pegawai juga akan tinggi. Motivasi erat
kaitannya dengan loyalitas pegawai terhadap organisasi.
Komentar
Posting Komentar